Respon Bangsa Indonesia terhadap perkembangan Imperialisme dan kolonialisme

Hai semua,selamat datang di blognya Bang Rips,jadi di blog ini kita bakal bahas tentang respon Bangsa Indonesia terhadap perkembangan Imperialisme dan Kolonialisme di bidang pendidikan.

Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan beberapa sekolah yang dibagi menjadi sekolah untuk para kaum bangsawan dan kaum priyai seperti ELS (Europeesche Lagere School)oh ya sekolah ini setara dengan SD dan sekolah ini dilaksanakan selama 7 tahun setelah itunmelanjutkan ke sekolah HBS (Hogere Burgerschool) sekolah ini dilaksanakan selama 5 tahun dan ini setara dengan SMA dan sekolah untuk bangsa pribumi dimulai dari HIS setalah lulus lanjut ke MULO dan berahkir dengan AMS. Nah setelah mereka lulus mereka boleh memilih 3 tujuan bekerja, lanjut sekolah ke hindia, atau lanjut sekolah ke belanda tapi pada faktanya Belanda malah memaksa semua lulusannya bekerja untuk bekerja.

Nah,Tujuan bangsa Belanda mendirikan sekolah-sekolah untuk bangsa Indonesia adalah untuk bekerja dan dijadikan sebagai pegawai administrasi yang terdidik, terampil, tapi dihargai dengan murah. Secara pendidikan formal, Belanda menyusun kurikulum pengajarannya sendiri sampai abad ke-19. Makanya itu, ada kecenderungan politik dan kebudayaan yang dimasukkan melalui pendidikan. Masalahnya, akses untuk pendidikan ini dibatasi oleh mereka. Belanda lagi-lagi membuat sekat dan kasta. Karena mereka takut kalau rakyat kita terlalu pintar, kita bisa bersatu untuk menggulingkan kekuasaan mereka. Makanya, hanya orang-orang “berada” yang bisa masuk. Seperti keturunan raja, bangsawan, dan pengusaha kaya.

Respon pemerintah bangsa indonesia:

Pemerintahan di masa Imperialisme dan Kolonialisme

Respon dari pemerintah adalah dengan dibangunnya sekolah-sekolah yang dibangun untuk rakyat indonesia tanpa memandang kasta dari rakyat tersebut. Berikut sekolah yang dibangun oleh pemerintah indonesia yaitu: Muhammadiyah, sekolah taman siswa,dan BUDI UTOMO. Oh ya didirikannya sekolah kedokteran dan teknik juga termasuk respon dari pemerintah bangsa indonesia mengapa? Karena dalam sekolah ini, para murid menumbuhkan semangat nasionalisme yang menggerakan perjuangan bangsa Indonesia. Banyak lulusan kedokteran yang menjadi tokoh politik dan memperjuangkan nasib bangsa. Sebuah Sekolah Tinggi Bandung didirikan pada tahun 1920, yang memunculkan tokoh nasionalis besar seperti Ir. Soekarno. Nah Selang empat tahun kemudian, sebuah fakultas hukum didirkan di Batavia. Sebagian kecil lulusan diterima di universitas-universitas Belanda. Sekembalinya dari Belanda, pergerakan-pergerakan mulai muncul dari para pejuang muda. 

Respon rakyat indonesia:

Respon rakyat Indonesia ada 2 loh yuk kita lihat nih responnya

Nah yang pertama itu responnya lama-kelamaan, hal ini membuat sebagian kalangan menjadi geram. Alhasil, mulai bermunculan akademisi yang mementingkan pendidikan di Indonesia. Mulai dari bedirinya Budi Utomo. Masuknya pendiidikan berbasis agama seperti Muhammadiyah. Dan, tentu saja, lewat bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara. Dampak positifnya bagi bangsa Indonesia adalah Hasil dari pendidikan di masa tersebut membuat lahirnya golongan golongan yang berpendidikan di Indonesia yang kemudian berdampak pada pengajaran ke rakyat yang tidak mendapat pendidikan sehingga mereka tidak mudah lagi terkena tipu daya Belanda serta melahirkan semangat perjuangan yang baru. Selain itu, bangsa Indonesia juga mengalami penurunan jumlah orang yang buta huruf sehingga banyak diantara mereka dapat bekerja di perusahaan milik Belanda. Dan utamanya, melalui pendidikan semasa kolonialisme, Indonesia tidak lagi menjadi negara yang buta akan dunia luar dan mampu mengikuti perkembangannya hingga masa sekarang.

Nah ini Respon kedua dari dari rakyat indonesia adalah mau menumbuhkan semangat kemerdekaan dengan cara mau memiliki pendidikan sehingga menghasilkan para pahlawan-pahlawan pergerakan nasional yang mampu membuat bangsa indonesia merdeka dengan cara memimpin beberapa pergerakan nasional. Contohnya: indische partij yang didirikan oleh 3 serangkai yaitu ki hajar dewantara, douwes dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo. jadi kita pun harus mau mempertahankan keutuhan NKRI loh, dengan cara rajin belajar ya teman-teman.

Kesimpulan :

Nah menurut pendapat Bang Rips Dengan dibangunnya sekolah-sekolah di Indonesia tidak selamanya memberikan dampak yang buruk jadi jangan pada kesal kalau indonesia dulu di jajah . Ada juga dampaknya yang baik bagi Kehidupan di Indonesia seperti munculnya tokoh-tokoh yang mampu menyiapkan kemerdekaan, lahirnya orang-orang yang berpendidikan dan ada banyak lagi loh dampaknya, jadi semua itu tergantung pada respon Bangsa Indonesia mau melawan atau menurut untuk tetap diperbudak?

Nah, pembahasan kita sampai sini aja ya,semoga apa yang Bang Rips tulis bisa membantu ya. sampai jumpa ditulisan Bang Rips selanjutnya ya:)

salam manis, dari Bang Rips

sumber:

blog ruang guru

kompasiana

staff ui

cerdas bersama slank

guru pendidikan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai